Taat Pajak Bumi dan Bangunan Mendukung Kemajuan dan Pengertian Pajak Bumi

Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak yang bersifat kebendaan. Yang berarti, besaran pajak terutang ditentukan dari keadaan objek yaitu bumi dan/atau bangunan. Sedangkan keadaan subjeknya tidak ikut menentukan besarnya barang. Contoh objek bumi seperti Sawah, Ladang, Kebun, Tanah, Pekarangan dan Tambang. Sedangkan untuk onjek bangunan yaitu Rumah, Bangunan usaha, Gedung bertingkat, Pusat perbelanjaan, Pagar mewah, Kolam renang dan Jalan tol. Subjek PBB sendiri adalah orang pribadi dan badan yang secara nyata memiliki hak atas bumi tersebut dan memperoleh manfaat atas bumi. Kemudian memiliki bangunan, menguasai bangunan, dan memperoleh manfaat atas bangunan.

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika. Berjumlah 268.074.600 jiwa atau 3.54% dari total penduduk Dunia, serta salah satu negara kepulauan terbesar didunia dengan jumlah 17.504 pulau.

Jumlah penduduk sebanyak ini pajak menjadi sumber pendapatan utama negara Indonesia. Pajak merupakan kontribusi wajib setiap warga negara yang bersifat memaksa dan manfaat pajak sendiri memang tidak bisa dirasakan langsung oleh pembayar pajak.

Pajak di Indonesi terbagi menjai beberapa jenis yaitu pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan barang mewah (PPnBM), bea materai, pajak bumi bangunan (PBB) sektor P3. Nah dalam artikel ini, penulis ingin menjelaskan lebih mendalam tentang jenis pajak terakhir yang dituliskan sebelumnya.

Lahan tanah menjadi kebutuhan pokok yang mendasar bagi manusia, setiap masyarakat yang memiliki lahan maupun bangunan diharuskan memenuhi kewajibannya terhadap negara yaitu membayar pajak atau retribusi atas apa yang dimilikinya.

Berdasarkan Pasal 1 UU No.12 Tahun 1985, yang dimaksud “Bumi” adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya, meliputi tanah, perairan pedalaman, termasuk rawa-rawa tambak pengairan serta laut wilayah Republik Indonesia.

“Bangunan” adalah kontruksi teknik yang ditanam atau diletakkan secara tetap pada tanah atau lahan tempat tinggal, tempat usaha, dan tempat yang diusahakan.

Pajak Bumi Bangunan sendiri bersifat kebendaan, artinya besar kecil pungutan pajak ditentukan oleh lokasi lahan atau bangunan tersebut, namun dari segi kegunaan atau manfaat tidak menentukan besaran pajak.

Pungutan PBB sendiri didasarkan pada Undang-Undang No. 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan.

Akan tetapi setelah berlakunya Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang pajak dan Retribusi Daerah, maka kewenangan pemungutan PBB Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.

artikel terkait : Pengertian Administrasi Publik dan Oligarki

Mengenal Lambang Negara Republik Indonesia dan Maknanya

Lambang negara Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia dan semboyannya ditegaskan dalam Pasal 36A UUD 1945 setelah amandemen. Lambang tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 1951 tentang Bentuk dan Ukuran Lambang Negara.

Lambang negara Republik Indonesia berbentuk burung garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan dari sudut pandang Garuda, perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Lambang negara Republik Indonesia pertama kali diusulkan keberadaannya setelah Perang Kemerdekaan 1945-1949 dan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada 1949, seperti dikutip dari Spiritualisme Pancasila oleh Fokky Fuad Wasitaatmadja.

Lambang negara Republik Indonesia yang digunakan hari ini dirancang oleh Menteri Negara RIS Sultan Hamid II dengan perbaikan dari Soekarno dan dilukis oleh pelukis istana Dullah.

Burung garuda disahkan menjadi lambang negara pada tanggal 11 Februari 1950 di Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat. Soekarno memperkenalkan lambang negara Indonesia pertama kali pada khalayak umum pada tanggal 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Makna Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila

1. Makna Garuda sebagai lambang negara

Makna Garuda sebagai lambang negara yaitu untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa uang besar dan negara yang kuat.
Garuda muncul dalam berbagai kisah terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah, Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan kedisiplinan.

Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.

2. Arti warna pada lambang Garuda Pancasila

Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.

3. Jumlah bulu Garuda Pancasila

Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yakni sebagai berikut:
– 17 helai bulu pada masing-masing sayap
– 8 helai bulu pada ekor
– 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
– 45 helai bulu di leher

4. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”.

 

artikel terkait : 7 Nilai Luhur Perumusan Pancasila bagi Bangsa Indonesia

Tantangan dalam Penerapan Pancasila di Era Reformasi

Dasar negara Indonesia adalah Pancasila yang wajib diterapkan dalam setiap masa. Namun, ternyata ada beberapa tantangan dalam penerapan Pancasila di era reformasi.

Pancasila sendiri pertama kali disahkan pada 18 Agustus 1945 dan diterapkan sebagai dasar negara di setiap era. Mulai di masa awal kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi sampai sekarang.

Walaupun begitu, ternyata penerapan Pancasila pernah mengalami pasang surut. Bahkan, ada upaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan ideologi lain.

Masa reformasi sendiri berlangsung dari tahun 1998 hingga saat ini. Penerapannya ditandai dengan kebebasan berbicara, berorganisasi, hingga berekspresi di kehidupan masyarakat.

Bagaimana Pancasila pada Era Reformasi?

Dikutip dari buku ‘Super Complete SMP’ oleh Tim Guru Inspiratif, penerapan Pancasila tidak lagi dihadapkan pada ancaman pemberontakan-pemberontakan yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Namun, ternyata Pancasila belum difungsikan secara maksimal.

Diketahui, banyak masyarakat yang hafal butir-butir Pancasila, tetapi belum memahami makna sesungguhnya. Adapun, tantangan dalam penerapan Pancasila di era reformasi adalah menurunnya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga bangsa.

Menurunnya rasa persatuan dan kesatuan ditandai dengan konflik antar daerah, dan tawuran antar pelajar. Selain itu, tindakan kekerasan yang dijadikan sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan.

Padahal, adanya penerapan Pancasila pada masa reformasi sebagai dasar negara diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, sesuai cita-cita bersama.

Sudah jelaskan, detikers tantangan dalam penerapan Pancasila di era reformasi adalah konflik yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

 

artikel terkait : 6 Cara Meneladani Para Pahlawan Kemerdekaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Manfaat Memiliki Gelar S2 yang Bisa Anda Dapatkan

Bagi yang mendambakan pendidikan, setelah memperoleh gelar sarjana pasti akan melanjutkan studi ke jenjang S2. Di beberapa perusahaan, memperoleh gelar S2 saat ini bisa dikatakan sebagai karier yang menakutkan.

 

Sayangnya, banyak masyarakat yang enggan melanjutkan pendidikan magisternya karena banyak faktor, salah satunya biaya. Padahal, banyak cara untuk menempuh kuliah S2, seperti mengajukan beasiswa dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan swasta yang memiliki rencana penyaluran beasiswa.

 

Beasiswa untuk studi master juga tersedia. Mulailah dengan kampus di dalam dan luar negeri. Pribadi atau publik. Uji dan pilih saja, lalu keterampilan Anda akan membawa Anda ke universitas terbaik.

 

Apalagi jika Anda sudah lulus dengan gelar master pasti akan meningkatkan karir Anda. Misalnya dari asisten pengajar menjadi dosen tetap, atau jurusan lain yang akan menambah gaji Anda.

 

Buat Anda yang sebelumnya ragu untuk lanjut’ S2, simak alasan penting Anda perlu melanjutkan studi menyandang predikat master:

 

Meningkatkan Keterampilan dan Kemampuan

Dengan melanjutkan studi ke jenjang magister dipastikan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki akan meningkat, karena metode pengajaran yang diterapkan pada mata kuliah pascasarjana berstandar tinggi, dan mahasiswa akan diajar oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Dalam perkuliahan, mahasiswa akan diberikan banyak pekerjaan rumah untuk lebih meningkatkan kemampuannya.

 

Menunjukkan Keunggulan Diri Anda

Sekarang, kebanyakan orang yang Anda temui memiliki gelar sarjana, yang membuatnya lebih kompetitif dan lebih sulit untuk menemukan pekerjaan yang Anda inginkan. Untuk menonjol dari yang lain, gelar master akan menunjukkan bahwa Anda memiliki lebih banyak hal daripada yang lain. Tentunya akan selalu ada masalah biaya, namun karena banyaknya beasiswa, hal ini membuat pemilihan program magister patut dipertimbangkan.

 

Posisi pekerjaan dan gaji yang lebih tinggi

Lulusan master yang melamar pekerjaan mencapai tingkat yang lebih tinggi atau segera dipromosikan. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lulusan bergelar magister lebih baik daripada lulusan sarjana. Ini menjelaskan mengapa pengusaha lebih memilih pelamar dengan gelar sarjana.

 

Lebih banyak kesempatan kerja

Menariknya, ketika seseorang menyelesaikan studi S2, hal yang menarik adalah prospek kerja yang semakin luas, lulusan S2 memiliki banyak kesempatan kerja, apalagi jurusan yang dipilih merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

artikel terkait : Kecerdasan Anda Bukan untuk Diri Sendiri