Kejujuran bagi Mahasiswa

Bukan lagi membahas perkara kebohongan seorang anak kecil yang dibohongi orang tuanya untuk dibelikan es krim, atau perihal kebohongan seorang anak yang harus jujur jika mengisi data sholat lima waktu di sekolahnya, atau bahkan seorang pelajar yang meminta uang lebih dengan dalih membayar SPP, bukan itu hal yang diinginkan tetapi generasi milenial harusnya membahas akan kemajuan bangsa, lewat kepalan tangan generasinya yang akan menjadi generasi pelurus bukan penerus.

Mengapa saya katakan demikian, karena kini negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia amat miris menyedihkan sebab berkurangnya bahkan limit nya penegak — penegak keadilan yang berasaskan kejujuran demi tercapainya sebuah kesejahteraan dan kemakmuran untuk rakyatnya.

Bukankah 10 tahun mendatang atau 20 tahun mendatang kita yang memegang bangsa ini, bangsa dimana tempat kita lahir, tanah air bak surganya dunia bagi orang — orang yang mensyukuri ciptaan Tuhannya. Untuk itu mari kita ubah persepsi masyarakat yang tadinya mengharapkan menjadi generasi penerus kini kita ubah menjadi generasi pelurus. Demi meluruskan hal — hal yang telah mengesampingkan.

Mendengar kata jujur sungguh mungkin terasa janggal di kehidupan pemerintahan. Pasalnya, semua hal yang terjadi saat ini tidak lain tidak bukan banyak dipengaruhi oleh unsur — unsur kebohongan berpolitisi. Banyak para tikus berdasi yang duduk santai terpampang nyata menikmati uang rakyat yang tergopoh — gopoh dalam mencari kerja, mencari nafkah untuk hidupnya dan keluarganya, bahkan ada yang sesuap nasi pun sulit untuk dicarinya.

 

Sejak dini, generasi milenial harus diajarkan berperilaku jujur. Itulah mengapa pendidikan di Indonesia mengedepankan pendidikan yang berbasis karakter, mungkin karena dianggap banyak perilaku — perilaku yang sudah turun drastis dari norma — norma yang ada, entah itu norma kesusilaan, norma kemanusiaan, norma hukum bahkan norma ketuhanan.

Jujur menjadi salah satu komponen penting dalam kehidupan. Khususnya kehidupan sosial. Jika ada sebuah kejujuran maka hidup ini akan baik — baik saja selagi jujur itu dapat dikontrol dengan baik. Orang yang jujur akan disenangi banyak orang, dan bila jujur itu mendunia di kalangan masyarakat, yakinlah negara itu akan berada pada garis aman.

Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah dan murah? Bagi kamu mungkin mudah. Tapi bagi sebagian orang, tentu tidaklah mudah. Karena apa? Karena miringnya pola pikir pemerintahan yang kebanyakan terlalu konsumtif dan mementingkan kehidupan sendiri. Mahasiswa yang kompeten memiliki nilai — nilai pro demi memajukan cita — cita bangsa. Tentunya diperlukan mahasiswa yang aktif, kreatif, inovatif dan selalu perspektif terkait hal — hal positif.

Salah satu yang menjadi tugas mahasiswa sekarang adalah mengedepankan kejujuran. Lho, mengapa harus dengan kejujuran? Mungkin itu yang tertanam pada jiwa — jiwa yang selalu disuap dengan hidup kebohongan. Ingat ini hidup manusia, manusia yang memiliki Tuhan dan kembali pada Tuhan pula. Bukan hidupnya sebuah boneka yang dengan mudah diatur oleh orang lain demi kepentingan orang tersebut.

Sebagai mahasiswa, bukankah hati memberontak jikalau melihat hal — hal yang mendatangkan kerugian bagi banyak orang terutama mahasiswa itu sendiri, padahal kalian tahu hal itu terjadi karena permainan di belakang sana. Rasa geram, kesal, marah bahkan emosi yang lain pun teraduk menjadi satu. Dan ingat syukuri jikalau merasakan hal seperti itu, karena dengan begitu hati kita terangkat untuk melakukan sebuah aksi menegakkan kebenaran.

Berdasarkan hasil observasi, banyak mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di lapangan — lapangan, jalan raya kota, bahkan di depan kantor — kantor pemerintahan. Mereka melakukan hal demikian semata – mata mengakui kebenaran hati mereka atas dasar rasa tidak terima terhadap perlakuan pemerintah yang melakukan penindakan yang dianggap merugikan terhadap oknum — oknum terkait.

Apakah mahasiswa terima jika tindakan yang demikian dikatakan oleh pejabat — pejabat tinggi negara sebagai perbuatan yang anarkis? Tentu tidak, mahasiswa tidak akan pernah terima. Kejujuran yang berasal dari hati demi sejahteranya negeri, akan terbalas istimewa di masa mendatang.

 

artikel terkait : Awal Mula Superiotitas Jepang di Mata Dunia Barat

Awal Mula Superiotitas Jepang di Mata Dunia Barat

Ketika Kaisar Meiji berkuasa sejak tahun 1868, Jepang mengalami modernisasi di berbagai bidang dengan berorientasi kepada negara-negara barat.

Modernisasi ini sukses menghantarkan Jepang menjadi negara super power baru di benua Asia dengan sifatnya yang imperialis. Sifat tersebutlah yang menyebabkan Jepang melakukan ekspansi untuk menguasai Korea dan Manchuria guna menanamkan kepentinganya dibidang politik dan ekonomi.

Setelah perang Cina-Jepang I (1894-1895) Jepang berhasil menang dan mengadakan Perjanjian Shimonoseki pada 17 April 1895, Jepang berhasil mendesak pemerintahan Manchu untuk menyerahkan sebagian wilayah-wilayahnya seperti Taiwan, Kepulauan Pescadores, dan Semenanjung Lioutung.

Akan tetapi Rusia tidak senang atas penguasaan Jepang terhadap Semenanjung Liaotung. Alasannya karena Jepang dirasa menghalangi sekaligus membahayakan kepentingan politik air hangatnya di perairan Korea dan Manchuria, selain itu Rusia juga khawatir kehilangan pengaruhnya di Manchuria karena negeri tersebut kaya sekali akan sumber daya alam.

Rusia kemudian menggandeng negara-negara yang tidak suka terhadap penguasaan yang dilakukan oleh Jepang. Dengan demikian terciptalah Aliansi atas Rusia-Jerman-Prancis untuk membendung pengaruh Jepang di Manchuria. Aliansi ketiga negara tersebut kemudian membuat nota keberatan atas diserahkannya Semenanjung Liaotung kepada Jepang.

Pihak Aliansi berhasil mempertahankan Semenanjung Liaotung menjadi bagian dari wilayah Manchuria dan atas jasa tersebut pihak aliansi mendapat hak sewa di semanjung Liaotung, khususnya Rusia berhasil mendapat wilayah Port Arthur dan Dairen di bagian semenanjung. Disinilah awal mula ketidaksukaan Jepang terhadap Rusia.

Di tahun 1901 ketika pemberontakan Boxer berhasil di padamkan. Rusia berkesempatan untuk mengirimkan pasukannya ke wilayah Manchuria dengan dalih keamanan dan bersifat sementara.

Akan tetapi pasukan yang dikirim oleh Rusia ini tetap saja berada disana, setelah protes yang dilakukan oleh negara-negara barat dan juga Jepang pihak Rusia masih tidak mau menerima tuntutan tersebut.

Karena langkah Rusia ini dianggap selangkah lagi berhasil semakin dekat dengan penguasaan pengaruhnya di Korea mengingat kedekatan perbatasan kedua negeri tersebut.

Pemerintah Jepang kemudian secara Resmi mengumumkan Perang kepada Rusia pada 10 Februari 1904. Di kutip dari buku Leo Agung dengan Judul Sejarah Asia Timur jilid pertama (2012), untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut Jepang kemudian memblokir wilayah Port Arthur dengan segera.

Setelah itu Jenderal Kuroki memobilisasi tentara Jepang untuk menduduki wilayah Korea dan kemudian Dairen. di Port Arthur kapal-kapal militer milik angkatan laut Rusia berhasil di kalahkan oleh angkatan laut Jepang dibawah kepemimpinal Jenderal Nogi. Selanjutnya Jepang berhasil menduduki wilayah Rusia di Vladivostok.

 

link terkait : ETIKA BISNIS MENURUT PARAH AHLI

ETIKA BISNIS MENURUT PARAH AHLI

Dalam setiap kegiatan, ada aturan tertentu yang harus ditaati, baik aturan tertulis maupun aturan tidak tertulis. Begitu juga di dunia bisnis. Ada etika yang harus diikuti agar bisnis bisa berjalan dengan baik, hal ini biasa disebut dengan etika bisnis.

Tanpa etika dalam berbisnis, persaingan antar perusahaan dapat menjadi tidak sehat, konsumen menderita, terjadi pencemaran lingkungan atau menimbulkan praktek monopoli perdagangan. Etika Bisnis merupakan pedoman dalam menentukan ada tidaknya suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya.

Definisi Etika Bisnis

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli:

  1. Menurut Bertens (2000), Menurut Bertens, etika bisnis itu lebih luas dari pada ketentuan yang diatur oleh undang-undang. Bahkan etika bisnis merupakan standar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar minimum ketentuan hukum. Karena dalam kegiatan atau kegiatan bisnis kita sering kali menemukan grey area yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
  2. Menurut Hill dan Jones, Menurut Hill dan Jones, Pengertian Etika Bisnis merupakan ajaran dalam membedakan antara benar dan salah dalam memberikan bekal kepada setiap pimpinan perusahaan ketika mempertimbangkan pengambilan keputusan strategis terkait dengan masalah moral yang kompleks.
  3. Menurut Sumarni (1998: 21), Pengertian etika bisnis terkait dengan masalah menilai aktivitas dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran dalam berbisnis.
  4. Menurut Sim, Hal ini terkait dengan kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi.
  5. Menurut Velasques, Menurut Velasques, Pengertian Etika Bisnis merupakan kajian yang bertumpu pada akhlak yang benar dan salah.
  6. Menurut Business & Society-Ethics dan Stakeholder Management, Etika Bisnis adalah disiplin yang berkaitan dengan baik buruknya suatu tugas dan kewajiban moral dalam konteks bisnis.
  7. Menurut Steade et al: Menurut Steade dkk, Etika Bisnis adalah standar etika yang terkait dengan tujuan dan cara pengambilan keputusan bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Etika bisnis bertujuan untuk memberikan dorongan bagi kesadaran moral dan memberikan batasan bagi para pengusaha atau pebisnis untuk dapat menjalankan bisnis secara jujur ​​dan adil serta menjauhi bisnis penipuan yang merugikan banyak orang atau pihak yang memiliki keterikatan. Selain itu, etika bisnis mempunyai tujuan agar bisnis dapat dijalankan dan dicetuskan seadil-adilnya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.

Prinsip Etika Bisnis

Prinsip Kejujuran Etika Bisnis Para pebisnis dituntut memiliki prinsip kejujuran agar bisa mendapatkan kunci sukses yang bertahan lama. Jika ada pengusaha yang tidak jujur ​​dan curang, kemungkinan besar tidak akan ada pelaku usaha yang mau bekerja sama.

Kejujuran sendiri biasanya dikaitkan dengan harga barang yang sudah ditawarkan. Dalam menjalankan bisnis secara modern, kepercayaan konsumen sangatlah penting. Oleh karena itu, para pelaku bisnis didorong untuk memberikan informasi yang nyata kepada konsumen

Prinsip Otonomi Etika Bisnis

Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah kemampuan dan sikap seseorang dalam mengambil tindakan dan keputusan berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang menurutnya baik yang dapat dilakukan.

Jika masyarakat sadar akan kewajibannya dalam berbisnis, maka dikatakan orang tersebut telah memiliki prinsip otonomi dalam etika bisnis. Misalnya, dia memahami bidang pekerjaannya dengan situasi dan tuntutan yang akan dia hadapi serta tahu aturan apa yang ada di bidang pekerjaannya.

Selain itu, seseorang yang sudah memiliki fungsi otonom akan menyadari resiko dan konsekuensi yang akan timbul pada dirinya dan orang lain yang merupakan pelaku usaha. Secara umum seseorang yang memiliki prinsip otonomi akan lebih suka diberikan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan apa yang menurutnya baik.

Prinsip Etika Bisnis yang Saling Menguntungkan

Pelaku usaha harus menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar semua pihak yang terlibat dapat memperoleh keuntungan. Seperti halnya asas keadilan, asas memberi manfaat juga bertujuan untuk mencegah hanya satu pihak yang memperoleh manfaat.

 

link terkait : Penyebab, Gejala dan Pencegahan Virus Corona

Penyebab, Gejala dan Pencegahan Virus Corona

Pengertian Virus Corona (COVID-19)

Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Penyakit ini menjadi sorotan karena kemunculannya di akhir tahun 2019 pertama kali di Wuhan, China. Lokasi kemunculannya pertama kali ini, membuat coronavirus juga dikenal dengan sebutan Wuhan virus.

Selain China, coronavirus juga menyebar secara cepat ke berbagai negara lain, termasuk Jepang, Thailand, Jepang, Korea Selatan, bahkan hingga ke Amerika Serikat.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Penyebab Corona virus merupakan virus single stranded RNA yang berasal dari kelompok Coronaviridae. Dinamakan coronavirus karena permukaannya yang berbentuk seperti mahkota (crown/corona).

Virus lain yang termasuk dalam kelompok yang serupa adalah virus yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) beberapa tahun silam.

Namun, virus corona dari Wuhan ini merupakan virus baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya. Karena itu, virus ini juga disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

Virus corona umumnya ditemukan pada hewan –seperti unta, ular, hewan ternak, kucing, dan kelelawar. Manusia dapat tertular virus apabila terdapat riwayat kontak dengan hewan tersebut, misalnya pada peternak atau pedagang di pasar hewan.

Namun, adanya ledakan jumlah kasus di Wuhan, China menunjukkan bahwa corona virus dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Virus bisa ditularkan lewat droplet, yaitu partikel air yang berukuran sangat kecil dan biasanya keluar saat batuk atau bersin. Apabila droplet tersebut terhirup atau mengenai lapisan kornea mata, seseorang berisiko untuk tertular penyakit ini.

Meski semua orang dapat terinfeksi virus corona, mereka yang lanjut usia, memiliki penyakit kronis, dan memiliki daya tahan tubuh rendah lebih rentan mengalami infeksi ini serta komplikasinya.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala Coronavirus bervariasi, mulai dari flu biasa hingga gangguan pernapasan berat menyerupai pneumonia. Gejala Corona yang umum dialami mereka yang mengalami infeksi coronavirus adalah:

  • Demam tinggi disertai menggigil
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Hidung berair dan bersin-bersin
  • Nyeri tenggorokan
  • Sesak napas

Gejala virus corona tersebut dapat bertambah parah secara cepat dan menyebabkan gagal napas hingga kematian. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) gejala infeksi virus 2019-nCoV dapat muncul mulai dua hari hingga 14 hari setelah terpapar virus tersebut.

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Infeksi coronavirus umumnya diketahui melalui gejala dan pemeriksaan fisik yang dikeluhkan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis.

Pemeriksaan penunjang tersebut antara lain adalah pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan pembekuan darah, fungsi ginjal dan hati serta pemeriksaan virologi. Selain itu, spesimen dari hidung dan faring (tenggorokan) pasien pun akan diambil dengan teknik swab. Demikian pula, sediaan dahak dan, bila diperlukan, cairan bronkus (saluran pernapasan yang lebih kecil).

Melalui pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah penyakit pasien disebabkan oleh virus atau sebab yang lain. Sementara itu, plasma darah pasien pun akan diperiksa untuk menemukan RNA virus corona.

Untuk pemeriksaan radiologi, dapat dilakukan pemeriksaan rontgen (x-ray) dada dan CT-scan dada. Sebagian besar pasien akan menunjukkan gambaran kekeruhan di kedua paru.

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pasien yang terinfeksi coronavirus dapat mengalami gejala gangguan pernapasan seperti pneumonia berat, seperti demam tinggi dan sesak napas.

Komplikasi seperti gagal napas, gagal jantung akut, dan infeksi sekunder akibat kuman lainnya dapat terjadi bila kondisi tersebut tidak segera diatasi atau bila penyakit mengalami perburukan dengan sangat cepat.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Hingga saat ini, belum ada terapi anti-virus yang terbukti efektif untuk mengatasi infeksi 2019-novel coronavirus. Beberapa anti-virus yang telah berhasil menangani infeksi MERS-CoV dan SARS-CoV sebelumnya, belum menunjukkan hasil memuaskan untuk mengatasi infeksi coronavirus yang baru ini.

Penderita yang terinfeksi virus corona akan menerima terapi yang bersifat suportif untuk mengurangi gejala. Misalnya anti-piretik untuk menurunkan suhu tubuh dan cairan untuk mencegah dehidrasi, serta terapi oksigen pada pasien yang mengalami sesak napas.

Pada kondisi yang berat, bantuan napas melalui mesin ventilator dapat diberikan pada pasien untuk menyokong fungsi organ vital lainnya.

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Meski gejala penyakit coronavirus menyerupai penyakit pernapasan lain seperti pneumonia atau influenza, sejauh ini belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan penyakit coronavirus. Pemberian vaksin pneumonia maupun vaksin influenza tidak dapat memberikan proteksi terhadap penyebaran infeksi virus corona.

Cara terbaik untuk menghindari penyakit infeksi coronavirus adalah melakukan tindakan pencegahan secara aktif. CDC menyarankan setiap orang melakukan tindakan seperti:

  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik
  • Apabila tidak memungkinkan atau tidak tersedia air dan sabun, bersihkan tangan menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol
  • Hindari menyentuh hidung, mata, atau mulut terutama bila tangan masih kotor
  • Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Tetaplah di rumah bila sedang sakit
  • Tutup mulut dengan tisu atau dengan menekuk siku saat Anda batuk atau bersin
  • Hindari kontak dengan hewan ternak secara langsung
  • Hindari bepergian, terutama ke daerah dengan kasus infeksi coronavirus
  • Hindari mengonsumsi daging yang belum matang sempurna.

Menjaga nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, minum air putih dalam jumlah cukup, dan istirahat cukup juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari infeksi virus corona.

Setiap orang yang mengalami gejala menyerupai infeksi corona, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya.

 

Artikel Terkait : Pemerintah dan Organisasi