Keluhan Warga Sertifikat Vaksin Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi

COVID-19 perlu diketahui bagi masyarakat yang baru saja menerima vaksinasi dosis pertama maupun sudah divaksinasi lengkap. Adapun sertifikat ini kian luas diperuntukkan bagi berbagai kegiatan masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini.
Diketahui, PPKM di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali kembali diperpanjang selama dua minggu hingga 18 Oktober 2021. Pemerintah juga menambah kegiatan yang kini diwajibkan menggunakan sertifikat vaksinasi.

Contoh Sertifikat Vaksin
Sertifikat vaksinasi menjadi bukti bahwa seseorang telah melaksanakan vaksinasi COVID-19, baik untuk dosis pertama maupun untuk dua dosis lengkap. Adapun sertifikat vaksin ini memuat berbagai data penting sehingga tak bisa sembarangan dibagikan.

Jika Sertifikat Vaksin Tidak Muncul di PeduliLindungi, Ini yang Perlu Dilakukan

 

 

 

Contoh Sertifikat Vaksin: Cara Memperoleh Melalui Ponsel
Ada berbagai cara untuk memperoleh sertifikat vaksin, salah satunya melalui ponsel pribadi. Sebelumnya, pastikan kamu telah mengunduh aplikasi PeduliLindungi yang tersedia di Google Play atau App Store. Kemudian, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

Klik aplikasi PeduliLindungi yang sudah diunggah di ponsel kamu
Di halaman log-in, isilah nama lengkap dan nomor handphone yang dicantumkan saat mendaftar vaksin
Isilah 6 digit kode OTP yang telah dikirimkan melalui SMS
Selanjutnya akan muncul permintaan untuk mengisi data diri seperti NIK dan alamat email
Klik ‘sertifikat vaksin’ dan kemudian sertifikat vaksin akan muncul
Klik unduh sertifikat vaksin COVID-19 dosis pertama/kedua
Sertifikat akan tersimpan di galeri ponsel secara otomatis

Saat ini pemerataan vaksinasi di Indonesia terus dilakukan guna menghentikan penyebaran virus Covid-19. Untuk memudahkan masyarakat beraktivitas di tengah pandemi Covid-19, pemerintah mengembangkan aplikasi PeduliLindungi untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan masyarakat yang telah melakukan vaksinasi.Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan.Sayangnya, tak sedikit masyarakat mengeluhkan sertifikat vaksinasi COVID-19 belum muncul di aplikasi PeduliLindungi. Padahal, mereka sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis 1 dan 2.Hal ini bisa dilihat dari banyaknya keluhan warganet terkait sertifikat Pedulilindungi tersebut di media sosial. Banyak dari mereka yang mempertanyakan mengapa sertifikat vaksinnya tidak muncul padahal sudah melakukan vaksinasi.

 

artikel terkait : Penyebab Anda Sulit Tidur Nyenyak dan Cara Mengatasinya

Penyebab Anda Sulit Tidur Nyenyak dan Cara Mengatasinya

Setiap orang tentu ingin memiliki kualitas tidur yang baik. Ya, tidur nyenyak sangat penting untuk tubuh. Sayangnya tak sedikit dari kita yang kerap sulit tidur nyenyak.Kurang tidur secara teratur tentu akan membuat kita merasa lelah setelah bangun tidur. Selain itu, salah satu alasan utama memiliki kualitas tidur yang baik yakni untuk menambah berat badan. Nyatanya ada beberapa penyebab mengapa Anda tidak bisa tidur dengan nyenyak. Beberapa di antaranya bahkan menjadi kebiasaan Anda sehari-hari. Nah, penasaran apa saja penyebab yang membuat Anda sulit tidur dan bagaimana solusinya? Berikut ulasannya :

1. Posisi tidur

Tidur dalam posisi yang tidak nyaman, baik sendiri atau bersama pasangan, membuat tubuh Anda stres, sehingga kurang istirahat. Solusinya, coba untuk ambil posisi yang Anda rasa paling nyaman dan cobalah untuk tidak mengubahnya sampai Anda tertidur.

2. Pikiran berlebihan

Kita sering tidak membiarkan otak kita beristirahat dari masalah sehari-hari sebelum tidur, yang berakibat pada kualitas tidur yang rendah.Solusinya, coba alihkan perhatian Anda dari semua kekhawatiran dan arahkan pikiran Anda pada hal lain, seperti mengingat nama negara yang diawali dengan huruf yang sama atau coba hitung domba.

3. Bising

Suara apa pun, baik itu suara mobil di luar rumah atau suara keras dari tetangga, itu akan menghalangi tubuh Anda untuk beristirahat.Untuk itu, coba gunakan penyubat telinga untuk menghindari suara bising yang membuat Anda sulit tidur.

4. Pencahayaan

Bahkan cahaya terkecil dari lampu atau lampu LED akan mengacaukan tidur Anda. Nyatanya semakin ruangan kamar Anda gelap, semakin baik dan memudahkan Anda tidur.Solusinya, coba singkirkan semua sumber cahaya atau kenakan masker tidur.

5. Latihan fisik

Latihan fisik akan merangsang sistem saraf, itulah sebabnya mengapa tertidur setelah pergi gym bisa menjadi masalah. Solusinya, berolahraga tidak kurang dari tiga jam sebelum tidur.

6. Suhu udara yang salah

Meskipun tertidur dalam kehangatan itu menyenangkan, suhu optimalnya adalah 15-23 derajat Celcius. Solusinya, tutupi dengan selimut tipis dan ganti dengan selimut hangat di malam hari.

 

artikel terkait : Garuda Indonesia di Ambang Kebangkrutan ?

Garuda Indonesia di Ambang Kebangkrutan ?

Siapa yang tak kenal Garuda Indonesia, maskapai first class andalan Indonesia. Terbaru, maskapai ini membawa terbang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke tiga negara yakni Italia, Inggris Raya, dan Persatuan Emirat Arab untuk menunaikan tugas negara. Dulu, bukan sembarang orang bisa naik Garuda Indonesia. Hanya mereka yang berduit. Imej ini pun masih melekat hingga sekarang di masyarakat. Saat ini, Garuda nasibnya di ujung tanduk.Siapa yang tak kenal Garuda Indonesia, maskapai first class andalan Indonesia. Terbaru, maskapai ini membawa terbang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke tiga negara yakni Italia, Inggris Raya, dan Persatuan Emirat Arab untuk menunaikan tugas negara.Dulu, bukan sembarang orang bisa naik Garuda Indonesia. Hanya mereka yang berduit. Imej ini pun masih melekat hingga sekarang di masyarakat.Tidak hanya imej di masyarakat, bagi para pekerja di lingkungan maskapai penerbangan pun juga demikian. Bekerja di Garuda Indonesia, telah jadi impian para flight attendant.Besarnya penghasilan pilot hingga pegawai lain yang di atas rata-rata perusahaan sejenis jadi magnet Garuda Indonesia jadi incaran.

“Dalam kondisi ini dalam istilah perbankan sudah technically bankrupt, tapi legally belum, ini yang sekarang saat ini kita sedang upayakan bagaimana keluar dari posisi ini,” kata Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11).

Beban keuangan Garuda Indonesia bahkan mencetak sejarah. Mencapai USD 2,8 miliar atau setara Rp 39 triliun (asumsi Rp 14.227 per USD). Rekor sebelumnya dipegang oleh Jiwasraya dengan beban keuangan mencapai Rp 37 triliun.”Jadi ini rekor kalau dulu dipegang Jiwasraya sekarang sudah disalip Garuda,” katanya.Sebagai informasi, pada kasus Jiwasraya, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko menyebut total kerugian perseroan mencapai Rp 37 triliun akibat kasus gagal bayar. Kerugian tersebut membuat negara memutuskan menanggung sebagian.Di menambahkan, pemberian penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp22 triliun diutamakan untuk program penyelamatan Jiwasraya. Sehingga dana tersebut bisa menyelesaikan semua masalah dan menyelesaikan semua kewajiban pembayaran polis kepada para nasabah.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, permasalahan Garuda Indonesia saat ini disebabkan dua faktor. Pertama, pandemi. Kedua, korupsi.”Saya sering ditanya Garuda ini kinerja turun karena apa, karena korupsi atau karena covid, ya karena dua-dua nya. Dua-duanya membuat kondisi Garuda saat ini jadi sedang tidak baik,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11).Pada kesempatan tersebut, dia juga menuturkan bahwa pihaknya sulit memprediksi cashflow Garuda Indonesia ke depannya. Ini karena adanya pengetatan mobilitas yang diberlakukan sehingga mempengaruhi kinerja maskapai.

 

artikel terkait : Transformasi BUMN Menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Transformasi BUMN Menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan efisiensi dan restrukturisasi BUMN melalui pembentukan holding, merger atau akuisisi dan likuidasi.
Kabar terakhir, Kementerian BUMN akan kembali menyederhanakan jumlah BUMN dengan melikuidasi tujuh BUMN. Dengan langkah penyederhanaan itu, jumlah BUMN makin menyusut. Sebelumnya tercatat sebanyak 142 BUMN di Indonesia. Jumlah itu sekarang mulai berkurang. Data dari Kementerian BUMN, seperti tercatat dalam bumn.go.id, pada tahun 2018, jumlah BUMN sudah berkurang menjadi 116 BUMN.
Pada tahun berikutnya (2019) jumlah BUMN berkurang lagi menjadi 114 BUMN. Dan, pada tahun 2020, jumlah BUMN kembali menyusut ke angka 108 BUMN. Rinciannya, 16 BUMN go public, 78 BUMN non go public, dan 14 BUMN Perum.
Bukan hanya jumlah BUMN yang berkurang, Kementerian BUMN juga menyederhanakan jumlah klaster BUMN. Sebelumnya tercatat 27 klaster BUMN, kemudian dirampingkan menjadi 12 klaster. Di luar itu, Kementerian BUMN juga membuat holding BUMN yang sudah berjalan sejak 2014. Ada enam sektor industri, yaitu holding perkebunan, kehutanan, industri tambang, minyak dan gas, farmasi, dan holding asuransi.Secara kuantitas, jumlah BUMN memang cukup banyak. Bukan persoalan mudah untuk mengelola BUMN yang berjumlah seratus lebih itu. Untuk itu, Kementerian BUMN mempunyai target merampingkan jumlah BUMN menjadi hanya sekitar 70-an BUMN. Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, dalam lima tahun ke depan, jumlah BUMN lebih sedikit lagi, cukup sekitar 40-an sehingga lebih efisien.
Singkatnya, dalam rangka optimalisasi dan refocusing bisnis, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir menginginkan adanya efisiensi dan restrukturisasi BUMN (holding, merger, akuisisi, dan lainnya). Tentu, langkah efisiensi dan restrukturisasi BUMN diambil setelah melakukan pemetaan terhadap sejumlah BUMN.
Kementerian BUMN telah memetakan BUMN-BUMN dalam empat kategori. Pertama, BUMN yang fokus menghasilkan nilai ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi negara (surplus creator). Kedua, BUMN yang fokus utama pada pelayanan publik (welfare creators). Ketiga, BUMN yang bertugas memberikan nilai ekonomi sekaligus memberikan pelayanan publik (strategic value). Dan, keempat, BUMN yang tidak memiliki nilai ekonomi maupun pelayanan publik (dead weight). Dalam konteks itu, BUMN-BUMN yang value-nya kecil apalagi merugi dan tidak memiliki opportunity dimasukkan sebagai kategori BUMN yang harus dilikuidasi. Ada juga BUMN-BUMN yang harus disehatkan, yaitu BUMN-BUMN yang memiliki beban utang yang besar namun masih memiliki opportunity sekalipun profitnya belum menggembirakan.
Padahal BUMN memainkan peran sangat strategis dan mempengaruhi perekonomian Indonesia secara makro. Kapasitas usaha BUMN sangat besar. Ini menjadi modal pemasukan dan pendapatan bagi negara. Pada tahun 2018, total aset dari sebanyak 113 BUMN mencapai Rp 8.117,6 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 3.318,56 triliun adalah aset lancar dan Rp 4.799,05 triliun adalah aset tidak lancar. Sebanyak 12 BUMN memiliki aset di atas Rp 100 triliun, dan tiga BUMN di antaranya memiliki aset di atas Rp 1.000 triliun. Sebagai catatan, dalam 10 tahun terakhir, BUMN telah memberikan kontribusi dalam penerimaan negara sebesar Rp 3.295 triliun. Penerimaan negara itu dalam bentuk dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pajak. Lebih rinci lagi, dari jumlah itu 54% atau sebesar Rp 1.972 triliun adalah penerimaan pajak, 11% atau Rp 388 triliun adalah dividen, dan PNBP sebesar 30% atau Rp 1.035 triliun. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI pada awal Juni 2021, Menteri BUMN mengungkapkan laba seluruh perusahaan BUMN pada 2020 hanya mencapai Rp 28 triliun atau anjlok 77% dibanding  laba bersih perusahaan BUMN pada 2019 yang mencapai Rp 124 triliun.

ARTIKEL TERKAIT : Unsur-Unsur Berita dan Contoh Teks Berita Covid-19