Kebudayaan (Budaya) ?
Kebudayaan (arti sempit): pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang memenuhi hasratnya akan keindahan.
Kebudayaan = Kesenian
Kebudayaan (arti luas): seluruh total dari pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar pada nalurinya dan yang karena itu ia hanya bisa dicetuskan oleh manusia melalui suatu proses belajar.
Unsur-Unsur Universal Kebudayaan
1.Sistem religi dan upacara keagamaan
2.Sistem dan organisasi kemasyrakatan
3.Sistem Pengetahuan
4.Bahasa
5.Kesenian
6.Sistem mata pencaharian hidup
7.Sistem teknologi dan peradaban
KOTA ?
•Menurut Bintarto, Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen, dan bercorak materialistis.
Kota Adalah:
• Tempat permukiman permanen, membentuk kesatuan
hidup yang lebih besar pengelompokannya dari sebuah
klien atau keluarga luas.
• Pembagian kerja yang tajam
• Terwujudnya lapisan sosial atau kelas-kelas sosial
• Mengakui adanya perbedaan-perbedaan dalam fungsi, hak
dan keistimewaan serta tanggung jawab (solidaritas
organisme)
• Adanya berbagai bentuk dan corak spesialisasi sesuai
dengan peran khusus kota tersebut.

Cerminan Budaya Kota
•Gaya hidup pemukiman
•Shopping Centre (plaza)
•Pajak, Pasar Ikan, dll.
•Stasiun Bus, Kereta, Bandara, Pelabuhan Laut
•Tempat Hiburan (Bioskop)
•Tempat Makan (Restoran, Warung Nasi, Café, Resto)
•Pendidikan, dll
•Industri
•Pariwisata

Kultur (Budaya) yang mendominasi suatu kota akan mewarnai kultur kota tersebut.
Yang mendominasi, bisa saja “KULTUR GLOBAL” atau “KULTUR NASIONAL” atau “KULTUR LOKAL”.
“KULTUR LOKAL” tentunya merupakan kultur urban setempat.
Dalam Konteks Indonesia, perkembangan sebagian besar kota cenderung didominasi oleh kultur global, dan menjadi “kota-kota modern yang gersang”, penuh dengan tonggak-tonggak pencakar langit, kemacetan kenderaan, apalagi industri masih tetap berada di lingkungan kota.
Karakteristik Budaya Kota “Medan”
1.Ruralisasi: pemindahan budaya desa ke kota (arsitektur, penataan kampung-kampung dalam kota, gaya hidup pemukiman, bahasa dan suasana hidup pemukiman)
2.Pengelompokan pemukiman atas garis etnis, agama, dan bahasa (faktor horizontal) dan stratifikasi sosial-ekonomi (faktor vertikal)
§Kultur kota sangat dipengaruhi oleh gaya hidup elit.
§Meskipun jumlahnya sedikit, elit kota memiliki kekuasaan dalam menentukan lingkungan fisik dan budaya kota, karena sebagian besar dari mereka adalah penguasa dan pengusaha. Kolusi diantara keduanya sangat menentukan corak pembangunan kota. Kalau mereka menganggap tidak perlu RTU, jangankan membangun yang baru, yang sudah adapun dapat dialihkan menjadi berbagai bangunan yang menguntungkan mereka.
ARTIKEL TERKAIT : PERMASALAHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)
