
Krisis utang adalah situasi di mana pemerintah kehilangan kemampuan membayar utang pemerintahnya. Ketika pengeluaran pemerintah lebih dari pendapatan pajaknya untuk jangka waktu yang lama, pemerintah dapat masuk ke dalam krisis utang.
Krisis utang merupakan masalah ekonomi dan keuangan yang disebabkan oleh ketidakmampuan suatu negara untuk membayar utang publik. Hal ini biasanya terjadi ketika suatu negara mencapai tingkat utang yang tinggi kritis dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang rendah.
Adapun tiga elemen umum untuk mendefinisikan krisis adalah ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan dalam waktu singkat
Di sinilah manajemen krisis berperan. Manajemen krisis dapat diartikan sebagai suatu bentuk respon dan upaya dalam menyikapi serta memecahkan masalah dari krisis yang muncul melalui strategi manajemen krisis yang mungkin untuk dilakukan.
Manajemen krisis justru dilakukan ketika ancaman atau peristiwa krisis tersebut terjadi.
Beberapa keterampilan dalam manajemen krisis yang dibutuhkan adalah mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius. Selain itu, manajemen krisis didasarkan pada bagaimana metode menghadapi krisis, membuat keputusan ketika di tengah kondisi kritis, dan memantau perkembangan krisis. manajemen risiko tindakan ini dilakukan sebelum sebuah kejadian (risiko) terjadi1. Pra-Krisis
Secepat apa pun tindakan yang harus dilakukan dalam mengatasi suasana kritis tidak berarti mengabaikan berbagai langkah persiapan. Fase pra-krisis adalah fase dilakukannya berbagai pencegahan dan persiapan.
Tindakan pencegahan melibatkan pencarian cara atau pendekatan untuk mengurangi risiko yang dapat berujung pada krisis. Sementara itu, tindakan persiapan lebih menitikberatkan pada pembuatan rencana manajemen krisis, memilih anggota tim manajemen krisis, termasuk melatih anggota tim sehingga dapat beradaptasi dengan krisis nantinya.
artikel terkait : GOVERNANCE DAN PUBLIC POLICY SEBUAH PENGANTARA
