Cara Memerangi Berbagai Bentuk Kemiskinan

Pada dasarnya kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan yang memadai. Kemiskinan merupakan masalah kronis yang umum terjadi di berbagai negara, misalnya di negara berkembang.

Sampai hari ini, kemiskinan masih menjadi beban di seluruh dunia. Ternyata masalah kemiskinan akan tetap menjadi masalah global hingga pada hari ini yang tidak akan pernah hilang. Bagi negara Indonesia sendiri, masalah kemiskinan masih menjadi beban berat saat ini, terutama jika menyangkut masalah kesenjangan yang semakin lebar antara yang kaya dan yang miskin. Mengingat kemiskinan di Indonesia mencapai 10,14%, perlu dipikirkan untuk mengakhiri fenomena sosial ini.

Kemiskinan merupakan fenomena sosial dimana rumah tangga atau seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang normal. Kemiskinan juga merupakan salah satu faktor dalam pembangunan ekonomi nasional, karena meningkatkan pendapatan per kapita. Sekarang tampak jelas bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin buruk. Beberapa orang pasti memiliki keterbatasan, tetapi dengan keterbatasan ini mereka harus berubah seiring waktu, karena mereka masih dapat bekerja dengan keterampilan lain untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Kemiskinan masih terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Kemiskinan juga sering terjadi di daerah dengan industri yang minim, karena kurangnya industri di satu lokasi membatasi kesempatan kerja. Minimnya lapangan pekerjaan menyebabkan pengangguran meningkat dan sebagian orang pindah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan. Namun, di sisi lain, kita sudah mengetahui bahwa perkembangan industri saat ini merambah di daerah tertinggal. Akibat perkembangan industri di beberapa daerah pertanian, hal ini tidak hanya meningkatkan kesempatan kerja, tetapi juga membunuh berbagai kesempatan kerja bagi para petani.

Semakin banyak penganggur maka semakin banyak pula penduduk miskin di Indonesia, karena jika orang tersebut menganggur maka tidak dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal kebutuhan setiap orang akan semakin meningkat dari hari ke hari. Dan meskipun warga hari ini masih stagnan dalam pendidikan, tidak ada pengetahuan yang luas, sehingga masyarakat juga tidak akan bisa memperbaiki kehidupannya di masa depan.

Jika belum adanya lapangan pekerjaan baru, masyarakat juga dapat berusaha menciptakan lapangan pekerjaan sendiri agar lebih mudah keluar dari kemiskinan, karena lapangan pekerjaan yang mereka ciptakan lebih menguntungkan bagi diri mereka sendiri dan bagi orang lain. Jika kemiskinan terus berlanjut, akan banyak generasi penerus yang kekurangan gizi atau gizi buruk, banyak orang akan mudah terkena penyakit, dan akan banyak generasi penerus bangsa yang akan kekurangan pendidikan. Kemiskinan juga akan menjadi sumber masalah bagi negara ini, dan kemiskinan juga akan menjadi beban negara dan masyarakat saat ini.

Dengan analisis dan beberapa argumentasi yang saya sampaikan di sini, saya berharap dapat berperan dalam memulihkan atau memperbaiki fenomena sosial, yaitu kemiskinan dapat segera berakhir dan kehidupan masyarakat sama-sama sejahtera.

Musuh utama bangsa saat ini adalah kemiskinan, karena di negara-negara berkembang tersebut masih banyak terjadi kemiskinan pada masyarakat berpenghasilan rendah. Karena kebijakan yang diterapkan bersifat struktural dan hanya berupa pendekatan ekonomi. Segala sesuatu yang diperhitungkan berupa statistik atau angka, sekalipun dilihat dari sudut pandang suatu masyarakat ekonomi.

Sebagai negara terpadat akan penduduk keempat di dunia, masalah kemiskinan di Indonesia bukan hanya bagian dari pembangunan ekonomi, tetapi juga tantangan demografis. Tentu saja hal ini tidak lepas dari fakta bahwa masih ada 25,95 juta penduduk Indonesia yang tergolong miskin. Jumlah ini sesuai dengan jumlah penduduk benua Australia dan bahkan lima kali lebih besar dari penduduk Singapura. Di sisi lain, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah, seperti stabilisasi harga, pemberian bantuan tunai kepada masyarakat, dan penyaluran dana dari desa, dinilai tidak efektif dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia.

 

link terkait : Teknologi Kabel Bawah Laut Terbarunya FACEBOOK, Kapasitas 200 Kali Lipat