Kemarin saya mampir ke mall, memenuhi janji dengan keponakan untuk membawa mereka ke sana. Ketika telah tiba Maghrib, kami menuju ke musholla untuk menunaikan sholat.
Antrian di tempat wudhu sudah sangat panjang. Sambil menunggu, saya jadi bisa melihat berbagai cara orang dalam melakukannya.
Tapi rata-rata sama; berwudhu dengan kran yang dibuka sekencang-kencangnya, dan setiap bagian wudhu dilakukan berkali-kali dengan sangat lambat. Tentu saja makin lama antrian menjadi makin panjang, padahal waktu Maghrib cuma sebentar dan semakin mendekati habis.
Begitu giliran saya tiba saya coba perlihatkan cara wudhu “alternatif”, yang saya dapatkan informasinya dari beberapa ustadz (salah satunya ust. Yazid Jawwas), yaitu :
- Membasuh kedua telapak tangan 1x
- Dengan satu genggam air, dihirup ke hidung dan mulut (berkumur) 1x
- Membasuh wajah 1x
- Membasuh tangan s/d siku 1x
- Membasuh rambut dan disambung ke telinga 1x
- Membasuh kedua kaki s/d mata kaki 1x
- Hemat air : Rasulullah saw bisa mandi wajib dengan 1 gayung air. Logikanya, kalau hanya untuk berwudhu, tentu bisa menggunakan air yang lebih sedikit lagi jumlahnya.
- Membasuh anggota badan : Ternyata 3x membasuh itu adalah jumlah maksimal. 1x membasuh saja sudah cukup. Cuma memang kadang kita diganggu oleh bisikan2 yang membuat kita was-was, “eh, sudah kena semua atau belum ya tangannya?”, dst – sehingga banyak orang yang malah jadi membasuh bahkan lebih dari 3x.
Ini sudah saya cek dan praktekkan sejak dulu, tapi saya tidak hapal lagi semua dalilnya. Mungkin ada yang bisa membantu untuk melengkapi dalil-dalilnya.
Anyway, ternyata Islam memang adalah agama yang mudah dan tidak menyulitkan sebetulnya.
OOT :
Musholla di mall sangat kecil dan amat sangat tidak sepadan dengan kapasitas gedungnya yang luar biasa besar.
