Awal Mula Superiotitas Jepang di Mata Dunia Barat

Ketika Kaisar Meiji berkuasa sejak tahun 1868, Jepang mengalami modernisasi di berbagai bidang dengan berorientasi kepada negara-negara barat.

Modernisasi ini sukses menghantarkan Jepang menjadi negara super power baru di benua Asia dengan sifatnya yang imperialis. Sifat tersebutlah yang menyebabkan Jepang melakukan ekspansi untuk menguasai Korea dan Manchuria guna menanamkan kepentinganya dibidang politik dan ekonomi.

Setelah perang Cina-Jepang I (1894-1895) Jepang berhasil menang dan mengadakan Perjanjian Shimonoseki pada 17 April 1895, Jepang berhasil mendesak pemerintahan Manchu untuk menyerahkan sebagian wilayah-wilayahnya seperti Taiwan, Kepulauan Pescadores, dan Semenanjung Lioutung.

Akan tetapi Rusia tidak senang atas penguasaan Jepang terhadap Semenanjung Liaotung. Alasannya karena Jepang dirasa menghalangi sekaligus membahayakan kepentingan politik air hangatnya di perairan Korea dan Manchuria, selain itu Rusia juga khawatir kehilangan pengaruhnya di Manchuria karena negeri tersebut kaya sekali akan sumber daya alam.

Rusia kemudian menggandeng negara-negara yang tidak suka terhadap penguasaan yang dilakukan oleh Jepang. Dengan demikian terciptalah Aliansi atas Rusia-Jerman-Prancis untuk membendung pengaruh Jepang di Manchuria. Aliansi ketiga negara tersebut kemudian membuat nota keberatan atas diserahkannya Semenanjung Liaotung kepada Jepang.

Pihak Aliansi berhasil mempertahankan Semenanjung Liaotung menjadi bagian dari wilayah Manchuria dan atas jasa tersebut pihak aliansi mendapat hak sewa di semanjung Liaotung, khususnya Rusia berhasil mendapat wilayah Port Arthur dan Dairen di bagian semenanjung. Disinilah awal mula ketidaksukaan Jepang terhadap Rusia.

Di tahun 1901 ketika pemberontakan Boxer berhasil di padamkan. Rusia berkesempatan untuk mengirimkan pasukannya ke wilayah Manchuria dengan dalih keamanan dan bersifat sementara.

Akan tetapi pasukan yang dikirim oleh Rusia ini tetap saja berada disana, setelah protes yang dilakukan oleh negara-negara barat dan juga Jepang pihak Rusia masih tidak mau menerima tuntutan tersebut.

Karena langkah Rusia ini dianggap selangkah lagi berhasil semakin dekat dengan penguasaan pengaruhnya di Korea mengingat kedekatan perbatasan kedua negeri tersebut.

Pemerintah Jepang kemudian secara Resmi mengumumkan Perang kepada Rusia pada 10 Februari 1904. Di kutip dari buku Leo Agung dengan Judul Sejarah Asia Timur jilid pertama (2012), untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut Jepang kemudian memblokir wilayah Port Arthur dengan segera.

Setelah itu Jenderal Kuroki memobilisasi tentara Jepang untuk menduduki wilayah Korea dan kemudian Dairen. di Port Arthur kapal-kapal militer milik angkatan laut Rusia berhasil di kalahkan oleh angkatan laut Jepang dibawah kepemimpinal Jenderal Nogi. Selanjutnya Jepang berhasil menduduki wilayah Rusia di Vladivostok.

 

link terkait : ETIKA BISNIS MENURUT PARAH AHLI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *