- Model Persuasi Elaborasi Sistematis (Elaboration Likelihood Model)
Model ini mengasumsikan bahwa orang-orang memproses pesan persuasif melalui dua jalur: jalur sentral dan jalur periferal. Jalur sentral melibatkan pemikiran kritis dan analisis mendalam terhadap pesan, sedangkan jalur periferal melibatkan pemrosesan yang lebih dangkal dan berfokus pada faktor-faktor periferal seperti kepercayaan pada sumber pesan atau daya tarik visual. Model ini menekankan pentingnya argumen yang kuat dan relevan dalam mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
- Model Persuasi Heuristik-Sistematis (Heuristic-Systematic Model)
Model ini mengasumsikan bahwa orang-orang menggunakan dua pendekatan dalam memproses pesan persuasif: pendekatan heuristik dan pendekatan sistematis. Pendekatan heuristik melibatkan penggunaan aturan-aturan pikiran yang sederhana dan cepat untuk membuat keputusan, sedangkan pendekatan sistematis melibatkan pemikiran yang lebih mendalam dan analisis terhadap pesan. Model ini menekankan pentingnya faktor-faktor periferal seperti daya tarik visual atau kepercayaan pada sumber pesan dalam mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
- Model Persuasi Komunikator Terpercaya (Source Credibility Model)
Model ini menekankan pentingnya kepercayaan pada sumber pesan dalam mempengaruhi persuasi. Model ini mengasumsikan bahwa orang-orang cenderung lebih menerima dan dipengaruhi oleh pesan yang disampaikan oleh sumber yang mereka anggap kredibel. Faktor-faktor seperti keahlian, kepercayaan, dan ketidakberpihakan sumber pesan dapat mempengaruhi efektivitas persuasi.
- Model Persuasi Komunikasi Satu Arah (One-Sided Communication Model)
Model ini mengasumsikan bahwa pesan persuasif yang hanya menyajikan argumen-argumen yang mendukung suatu sikap atau pendapat cenderung lebih efektif dalam mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Model ini mengabaikan argumen-argumen yang bertentangan dengan sikap atau pendapat yang ingin dipengaruhi.
- Model Persuasi Komunikasi Dua Arah (Two-Sided Communication Model)
Model ini mengasumsikan bahwa pesan persuasif yang menyajikan argumen-argumen yang mendukung dan bertentangan dengan suatu sikap atau pendapat cenderung lebih efektif dalam mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Model ini mengakui pentingnya memberikan informasi yang lengkap dan objektif kepada audiens untuk mempengaruhi persuasi.
artikel terkait : Asal usul Formulasi, Implementasi kebijakan publik
