Faktor Pemicu Resesi Ekonomi Global
Resesi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan dalam waktu lama yang ditandai oleh kondisi stagnan mulai dari berbulan-bulan hingga tahunan. Resesi ekonomi bisa memicu menurunnya keuntungan perusahaan, meningkatkan angka pengangguran, dan bahkan kebangkrutan ekonomi. Dalam teori makro-ekonomi, resesi ekonomi adalah kondisi ketika produk domestik bruto (PDB) menurun atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi ekonomi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Selain karena meningkatnya harga-harga secara tajam sehingga menyebabkan ekonomi menjadi stagnan atau 14 dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi, resesi ekonomi juga bisa terjadi karena turunnya harga-harga atau deflasi. Namun, kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi kali ini lebih bersumber dari keadaan stagflasi yang dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan (Bisnis Indonesia, 1 Oktober 2022).
- Bank Dunia dalam laporannya yang berjudul “Is a Global Recession Imminent?” memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada tahun 2023 mendatang. Prediksi tersebut, terasa semakin nyata dengan beberapa indikasi yang sudah mulai terjadi, seperti kenaikan suku bunga acuan secara agresif yang dilakukan bank sentral berbagai negara dalam upaya meredam laju inflasi (Bisnis Indonesia, 1 Oktober 2022).
- Indikasi lainnya, perusahaan di banyak negara mulai mengurangi produksi karena menurunnya permintaan global.
- Kemudian, menguatnya dollar Amerika Serikat (AS) terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, fenomena yang biasa disebut ultradollar. Kondisi ini menunjukkan banyak investor memilih menempatkan dananya pada mata uang dollar AS karena dianggap lebih aman. Fenomena ultra-dollar memberi sinyal yang sangat kuat bahwa ekonomi dunia sedang bergerak menuju resesi (Kontan, 27 September 2022).
- Ancaman akan terjadinya resesi ekonomi global ini perlu disikapi oleh pemerintah dengan melakukan langkah antisipatif untuk terus mendorong kinerja perekonomian nasional.
- Walaupun kinerja perekonomian nasional saat ini cukup positif, namun jika resesi ekonomi global benar-benar terjadi maka Indonesia diyakini akan terkena dampaknya dan dapat menyeret Indonesia ke dalam “jurang” resesi ekonomi tersebut.
- Perlu mengkaji faktor pemicu terjadinya resesi ekonomi global yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2023 mendatang.
- Kemudian perlu dikaji pula kesiapan Indonesia menghadapi ancaman terjadinya resesi ekonomi global tersebut, serta langkah antisipatif yang perlu dilakukan pemerintah.
ARTIKEL TERKAIT : PENGARUH NEGARA TERHADAP KEMISKINAN
