Model bureaucratic polity
- Dikemukakan oleh Karl D Jackson
- Bureaucratic polity secara khusus melihat sejauh mana pembuatan keputusan terisolasi dari pengaruh pengaruh kekuatan sosial politik diluar elite
- Dalam model Bureaucratic Polity pemegang kekuasaan tertinggi adalah Presiden dimana ia memiliki kekuasaan yang didasarkan pada kewenangan resmi dan bukan sekedar legitimasi tradisional
- Presiden harus disokong oleh sekurang-kurangnya konsensus minimal dari elite militer dan birokrasi.
- Model Kepolitikan birokratik juga harus dibedakan dengan pemerintahan militer atau kediktatoran militer, atas dasar ”gaya” dan ”tujuan” (bentuk kebijakan) pemerintahan yang lebih bercorak birokratik dan tehnokratik daripada militeristik.
- kekuasaan yang berlangsung di lingkungan para pengambil keputusanyaitu melalui penggunaan jaringan hubungan ”patron-client” yang secara nyata dapat mengatasi dan memotong jalur hubungan lain yang lebih sempit, seperti etnik, famili dan aliran
Model Neo Patrimonialism
- Model ini dikemukakan oleh Donald K Emerson, R William Liddle, Harold Crouch
- Model ini didasarkan pada hasil penafsiran terhadap tesis ”kekuasaan patrimonial” yang dikemukakan oleh Max Weber.
- Menurut model ini penguasaan perorangan/pribadi disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat modern, melalui detradisionalisasi patrimonialisme klasik dan kemudian dibentuk patrimonialisme baru, dimana legitimasi didasarkan pada imbalan-imbalan material.
- Konsep kekuasaan dalam negara neopatrimonial yang melihat kekuasaan sebagai sesuatu yang ”homogen, mengumpul dan berjumlah tetap”.
Model Bureaucratic Capitalist State
- Model ini dikembangkan atas dasar ”teori perjuangan kelas” dan persepsi masyarakat yang mengacu pada pandangan Karl Marx yang mengatakan bahwa: masyarakat sipil merupakan suatu penipuan
- Menurut pandangan ini struktur politik terdiri dari formasi kelas-kelas ekonomi domestik yang berkoeksistensi dengan dan terintegrasikan kedalam kapitalisme internasional
- Dalam perspektif ini negara sebagai alat yang digunakan oleh kelompok-kelompok konglomerat untuk mempertahankan penguasaan mereka terhadap sumberdaya ekonomi yang ada
- Nasionalisme merupakan basis ideologi bagi terselenggaranya akumulasi modal negara, berguna untuk berargumentasi melawan perusahaan–perusahaan multinasional.
- Pada model ini struktur politik tersusun sebagai konsekuensi dari-dan merupakan respon terhadap tekanan-tekanan stuktural yang berbasis pada pertentangan-pertentangan ekonomi, dengan pemihakan negara kepada kelestarian dominasi kelompok koalisi penguasa ekonomi ini.
artikel terkait : NEGARA DAN RAKYAT
