- Pemberdayaan karyawan menjadi sesuatu hal yang penting, karena didalam menghadapi era persaingan dan pelayanan, setiap organisasi membutuhkan karyawan yang cepat tanggap dan mandiri sehingga organisasi mempunyai keunggulan kompetitif melalui sumber daya manusianya.
- Pemberdayaan oleh perusahaan digunakan sebagai sarana untuk memperkuat kapabilitas dan komitmen dari karyawan.
- Tujuan dari pemberdayaan yaitu memunculkan potensi dan modalitas yang ada dalam diri karyawan dan memaksimalkannya sehingga karyawan jadi mandiri dan meningkat kinerjanya, yang pada akhirnya memberikan nilai manfaat bagi karyawan dan organisasi.
- Adanya pemberdayaan karyawan juga menolong karyawan untuk merasa bahwa kontribusi mereka mempunyai arti, bahwa mereka berkompeten dan mempunyai pilihan terhadap apa yang dikerjakannya.
Pengertian Pemberdayaan SDM
Berikut ini disajikan beberapa pengertian mengenai pemberdayaan :
1.Noe et. Al., (1994) menyatakan bahwa pemberdayaan terhadap pekerjaan untuk mengambil keputusan menyangkut semua pengembangan produk dan pengambilan keputusan.
2.Khan (1997) menyatakan bahwa pemberdayaan merupakan hubungan antarpersonal yang berkelanjutan untuk membangun kepercayaan antar karyawan dan manajemen
3.Byars dan rue (1997) menyatakan bahwa pemberdayaan merupakan bentuk desentralisasi yang melibatkan pada bawahan dalam membuat keputusan.
- Carlzon (dalam milwadani, 1999) menyatakan bahwa pemberdayaan bukan hanya sekedar memberdaya seseorang tetapi juga merupakan proses untuk membebaskan seseorang dari struktur “lingkungan” yang kaku.
Hakikat dan Filosofi Pemberdayaan
Hakekat penting dari pemberdayaan SDM adalah bahwa :
1.Di dunia ini tidak ada yang sempurna
2.Oleh karena itu perubahan terjadi menjadi lebih baik, dan bukan terbaik
3.Semakin menunggu perubahan yang alami kemungkinannya semakin jauh dari apa yang diharapkan
4.Manusia harus bersikap pro-aktif dan antisipatif
5.Sudah menjadi hukum alam, mempertahankan status quo, ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan
6.Keadaan yang sebaik apapun, karena berjalannya waktu akan menjadi usang sehingga sukar dibenarkan manakah yang usang dipertahankan.
Hakikat dan Filosofi Pemberdayaan
SDM dapat diartikan sebagai daya yang bersumber dari manusia. Daya yang bersumber dari “manusia” ini dapat juga disebut tenaga atau kekuatan (energi atau power) yang melekat pada manusia itu sendiri dalam arti dapat ditunjukkan dalam hal :
Tenaga, daya, kemampuan, kekuatan, keberadaan, peranan, wewenang, dan tanggung jawab memiliki kemampuan (competency), yaitu: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude)
artikel terkait : PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK
