1. Tahap Prodromal
Tahap ini merupakan gejala krisis. Berbagai kejadian yang berpotensi menjadi krisis masih diabaikan karena organisasi masih dapat beroperasi seakan tidak terjadi apa-apa. Adapun beberapa contoh gejala krisis antara lain adanya perbedaan pendapat antar manajemen, adanya tuntutan kenaikan upah, dan sebagainya
2. Tahap Akut
Tahap ini biasanya diindikasikan oleh munculnya berbagai kerusakan, reaksi mulai berdatangan, dan isu-isu mulai menyebar luas. Adapun tantangan utama dalam menangani tahap ini adalah intensitas dan kecepatan serangan yang datang dari berbagai pihak.
3. Tahap Kronis
Organisasi telah merasakan dampak pada krisis yang terjadi dan bahkan tidak dapat memprediksi kapan krisis akan berakhir. Di tahap inilah baru sebagian besar organisasi melakukan introspeksi besar-besaran hingga melakukan reformasi melalui berbagai kebijakan strategis.
4. Tahap Resolusi
Tahap ini merupakan tahap penyembuhan, yakni saat organisasi mampu melalui krisis. Organisasi sudah dapat kembali melakukan operasional sebagaimana mestinya.
Krisis merupakan hal yang sangat dihindari karena dapat mengganggu kestabilan sebuah organisasi. Kendati demikian, krisis juga akan selalu muncul sebagai sebuah siklus. Untuk itulah, manajemen krisis sebagai upaya untuk menekan dan menyelamatkan keberlangsungan organisasi akibat krisis perlu dilakukan dengan tepat dan cepat.

Nilai-nilai dalam Manajemen Krisis
Praktisi PR berpengalaman dan para akademisi telah merangkum nilai-nilai apa saja yang mesti dipegang saat sebuah perusahaan merespon krisis. Nilai-nilai tersebut ialah:
a. Cepat
b. Akurat
c. Konsisten
Saat krisis terjadi, publik ingin tahu apa yang terjadi. Ketika suatu organisasi yang dilanda krisis tidak berbicara ke media, maka orang lain di luar organisasi tersebut dengan senang hati akan memberikan pendapatnya ke media.
Hal ini tentu perlu dihindari. Oknum tersebut bisa saja memberi informasi yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan kepentingan organisasi. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk merespon krisis dengan cepat.
Pesan kunci yang disampaikan oleh organisasi juga perlu memberikan isi yang akurat dan disampaikan secara konsisten. Konsisten yang dimaksud adalah jangan sampai anggota organisasi memberikan informasi yang berbeda dengan anggota lainnya. Semuanya harus sepakat untuk menyampaikan satu suara. Usaha untuk membentuk pesan kunci yang konsisten juga termasuk ke dalam bentuk manajemen krisis.
ARTIKEL TERKAIT : DEBT CRISIS MANAGEMEN MANAJEMEN KRISIS UTANG
