
Hipotesis
Jawaban sementara (pernyataan sementara) terhadap masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya
Fungsi Hipotesis menurut Young (1966):
1.Memberikan tujuan yang tegas bagi penelitian
2.Membantu dalam penentuan arahyang harus ditempuh
3.Menghindarkan suatu penelitian yang tak terarah (tak bertujuan) dan pengumpulan data yang mungkin tak ada hubungannnya dengan masalah yang diteliti
Penyajian Hipotesis
•Teori-teori yang telah dibangun dalam tinjauan pustaka merupakan sumber inspirasi untuk menyusun hipotesis
•Pengalaman-pengalaman empiris yang dibangun berdasarkann pengamatan yang sistematis melalui penelitian eksploratif atau bahan-bahan eksploratif yang dibuat orang lain
Ada beberapa pembagian jenis hipotesis
•Hipotesis nol (Ho)
•Hipotesis alternatif (Ha)
•Hipotesis kerja (Hk)
Hipotesis nol (Ho)
•Hipotesis nol sering juga disebut dengan hipotesis statistik, yaitu hipotesis yang diuji dengan statistik
•Hipotesis ini merupakan statement yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y yang akan diteliti, atau variabel independen (X) tidak mempengaruhi variabel dependen (Y).
Contoh:
“Tidak ada hubungan antara tingkat pelanggaran seksual dengan tingkat kasus penyakit AIDS/HIV di suatu daerah”
Hipotesis nol dibuat dengan kemungkinan yang besar untuk ditolak, ini berarti apabila terbukti bahwa hipotesis nol tidak benar, dalam arti hipotesis itu ditolak, maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y
Hipotesis alternatif (Ha)
•Hipotesis alternatif merupakan lawan dari hipotesis nol.
•Hipotesis alternatif menyatakan ada hubungan, yang berarti ada signifikansi hubungan antara variabel X dengan variabel Y
Contoh:
“Ada hubungan antara tingkat pelanggaran seksual dengan tingkat kasus penyakit AIDS/HIV di suatu daerah”
artikel terkait : Langkah-Langkah Persiapan Penyusunan IKM
