Pada dasarnya etika adalah komitmen untuk melakukan apa yang baik dan menghindari apa yang tidak baik.
Pendekatan Etika Administrasi Publik
Mengambarkan sistem nilai atau perilaku yang dianggap baik dalam suatu kelompok /masyarakat, tanpa memberikan penilaian, apa yang senyatanya (das Sein). Etika Deskriptif ini memberikan fakta sebagai dasar pengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang akan diambil
Etika yang mengajarkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Etika ini juga memnerikan penilaian juga sebagai norma dasar sebagai pedoman prilaku sehari-hari.
Utilitarian Ethics: Nilai moral suatu tindakan ditentukan oleh konsekwensi yang diperoleh dan keputusan terbaik adalah yang menghasilkan pelayanan yang berkualitas untuk masyarakat luas.
Kantian Ethics: Seseorang harus di perlakukan sebagai tujuan dan bukan semata-mata cara untuk mencapai tujuan orang lain.
PENDEKATAN ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS
“Sebuahkeputusanatautindakandianggap “etis” atau “benar” jikasesuaidenganstandartertentu.”
Pengambilan Keputusan Etis dibutuhkan Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Etis hal ini yang disebut Ethical Decisission Making (EDM). Brooks (2008).
Pertimbangan Utama (dari teori filosofis/teori etika) merupakan konsekuensi, deontologi dan keadilan yang ditelaah dengan memfokuskan pada dampak dari keputusan terhadap kebijakan dan pemangku kepentingan pendekatannya dikenal sebagai ANALISIS DAMPAK PEMANGKU KEPENTINGAN
Pertimbangan EDM pembuat keputusan merupakan suatu pendekatan yang dikenal dengan ETIKA KEBAJIKAN. Pertimbangan tersebut memberikan wawasan yang kemungkinan akan membantu ketika mengkaji masalah-masalah tata kelola saat ini dan masa depan.
“Agardapatmempertahankankeputusansecaraetismakapertimbangantersebutharusdiperiksasecaramenyeluruhsertanilai-nilaietikaditerapkandenganbaikdalamkeputusan.”
artikel terkait : Perubahan Paradigma Pemerintahan
