
1. Luruskan Inisiatif Inisiatif yang dilakukan harus sesuai dengan strategi yang ditetapkan. Kaplan dan Norton mengembangkan kartu catatan berdasarkan tiga kriteria yaitu relevansi (50%), kebutuhan (30%), dan juga resiko (20%). Jadi sebuah tindakan perlu memperhatikan unsur-unsur tersebut sehingga inisiatif yang tepat yang dapat dipilih.
2. Luruskan Masalah Dana dan Performa Dana sebaiknya desentralisasi atau diserahkan kepada divisi-divisi sehingga mereka dapat mengelola dana tersebut untuk strategi tiap divisi. Selain dana, performa perusahaan juga perlu ditingkatkan. Setiap karyawan harus tahu fungsinya dan melaksanakan fungsi tersebut dengan baik. Setiap karyawan juga harus mendukung setiap strategi yang telah ditentukan.
3. Struktur Mengikuti Strategi Struktur perusahaan perlu diubah sesuai dengan strategi perusahaan. Perubahan struktur diperlukan jika strategi yang dilakukan juga berubah
4. Melibatkan staff dan karyawan Pelaksanaan strategi perlu melibatkan karyawan dengan cara :
a. Persiapan Pimpinan harus menyiapkan dulu strategi dan juga perubahan-perubahan yang mungkin terjadi..
b. mengikutsertakan karyawan dalam proses perencanaan. Karyawan juga dapat memberikan masukan atas strategi yang akan dilaksanakan.
c. Komunikasikan Komunikasi strategi pada seluruh karyawan sampai mereka mengerti visi dari strategi, tema strategi, juga fungsi mereka dalam pelaksanaan strategi tersebut.
d. Klarifikasi Sangat penting untuk karyawan tahu tentang apa harapan mereka. Setiap individu harus mengerti tentang fungsi dalam strategi, hasil yang diharapkan, dan bagaimana mereka mengukurnya.
e. Monitor dan Lakukan Adaptasi
Membuat Budaya yang Mendukung Strategi
Sebuah strategi dapat terlaksana dengan baik jika didukung keseluruhan komponen perusahaan.Komponenkomponen perusahaan terikat dalam budaya perusahaan. Jadi budaya perusahaan juga harus dapat mendukung pelaksanaan strategi tersebut.
Mencocokan Strategi dengan Struktur Organisasi
Penetapan sebuah strategi yang baru juga membutuhkan perubahan dalam struktur organisasi. Hal tersebut karena struktur perusahaan yang berperan dalam pelaksanaan strategi. Struktur juga berperan dalam pengalokasian sumber daya perusahaan. Perubahan struktur contohnya perubahan pada tingkatan manajemen. Sebuah perusahaan sebaiknya memiliki struktur yang efektif dan efisien
Jenis Struktur Organisasi
Soekanto, (1998), menyatakan ada lima struktur organisasi yaitu primitif, fungsional, divisionl, unit strategic perusahaan dan organisasi matrik. Sedangkan Jauch dan William, (1995) membagi struktur organisasi menjadi 5, yaitu fungsional, divisi produk, divisi konsumen, divisi wilayah, dan organisasi matrik. Jenis struktur yang baik bagi setiap perusahaan bisa berbeda-beda tergantung jenis dan keadaan perusahaan
artikel terkait : Implementasi Manajemen Strategi
