Gayo Lues, Aceh – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, tim dosen Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penyuluhan Gerakan Desa Sadar Bencana: Pendekatan Partisipasi Masyarakat” di Kampung Mangang, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada 3–4 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim pengabdian terdiri atas Dr. Adam, S.E., M.AP. dari Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik, Isnaini, S.H., M.Hum., Ph.D. dari Program Studi Magister Ilmu Hukum, serta Dr. Hery Syahrial, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area. Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada Surat Tugas Direktur Pascasarjana Universitas Medan Area Nomor 1252.A/PPS-UMA/D/01/VII/2026.
Kegiatan penyuluhan diikuti oleh perangkat kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga Kampung Mangang. Dalam suasana yang penuh keakraban, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pendekatan partisipatif menjadi fokus utama agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana di tingkat desa.

Materi yang disampaikan meliputi identifikasi potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat, pembentukan jejaring komunikasi antarwarga, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana.
Dr. Adam, S.E., M.AP. menjelaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mengurangi risiko bencana. Menurutnya, desa yang memiliki kapasitas dan kesadaran tinggi akan lebih cepat merespons situasi darurat sehingga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Gerakan Desa Sadar Bencana harus dibangun dari partisipasi masyarakat itu sendiri. Ketika masyarakat memahami risiko dan memiliki kemampuan untuk bertindak secara bersama-sama, maka ketangguhan desa terhadap bencana akan semakin kuat,” ujarnya.
Masyarakat Kampung Mangang menyambut baik kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif, di mana warga aktif menyampaikan berbagai pengalaman dan kondisi yang dihadapi di wilayah mereka, sekaligus berdiskusi mengenai langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lokal.
Pengulu Kampung Mangang juga memberikan apresiasi kepada Pascasarjana Universitas Medan Area atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, penyuluhan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Hal tersebut juga dibuktikan melalui Surat Keterangan dari Pemerintah Kampung Mangang yang menyatakan bahwa kegiatan pengabdian telah dilaksanakan sebagai bentuk realisasi program Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana Universitas Medan Area.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Universitas Medan Area menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kapasitas desa dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
Berita Terkait : Rektor Universitas Medan Area Buka PMDK Periode 1 Tahun 2026, Bekali Calon Wisudawan Hadapi Dunia Kerja Digital
