Tentu umat muslim tau tujuan mereka berpuasa, Puasa adalah adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa (shaum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Shaum secara bahasa artinya menahan atau mencegah, dengan kata lain tentu kita berpuasa dengan tujuan ibadah kan.
Tapi apakah ada manfaat puasa di dalam ilmu pengetahuan?
Nah ini beberapa manfaat-manfaat puasa di dalam ilmu pengetahuan :
Memperbaiki Fungsi Otak Walaupun banyakan penelitian saat ini masih terbatas untuk hewan, tapi puasa membuktikan bisa berdampak besar buat kesehatan otak. Salah satu penelitian menunjukan bahwa puasa seharian selama 11 bulan meningkatkan fungsi dan struktur otak.
Berfungsi sebagai Anti Aging dan memperpanjang umur
Studi pada hewan menunjukkan pola puasa berselang dapat memperlambat laju penuaan dan memperpanjang harapan hidup tikus hingga 83%. Studi pada hewan lain juga menunjukkan bahwa puasa secara efektif dapat meningkatkan harapan umur panjang dan tingkat kelangsungan hidup.
Menurunkan berat badan
Ya tentu saja puasa dapat menurunkan berat badan pasti kalian tahu akan hal ini, secara tidak langsung puasa juga dapat dijadikan sebagai metode diet bahkan bukan hanya untuk kaum muslim saja.
Meningkatkan hormon pertumbuhan
Human growth hormone (HGH) merupakan jenis hormon protein yang penting dalam berbagai aspek kesehatan tubuh. Hormon ini terlibat dalam proses pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan dan kekuatan otot.
Beberapa studi menunjukkan puasa dapat secara alami meningkatkan kadar HGH. Studi terhadap 11 orang dewasa sehat menunjukkan puasa selama 24 jam dapat meningkatkan kadar HGH secara signifikan. Studi berskala kecil lain menunjukkan puasa dalam dua hari dapat meningkatkan produksi HGH hingga lima kali lipat.
Mengontrol gula darah
Sebuah studi terhadap 10 pasien diabetes tipe 2, misalnya, menemukan puasa intermiten yang dilakukan dalam jangka pendek secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah.
Memulihkan kesehatan
Beberapa studi lain menunjukkan puasa dapat menurunkan tingkat inflamasi dan meningkatkan kesehatan. Sebuah studi menunjukkan puasa intermiten yang dilakukan selama satu bulan dapat menurunkan tingkat marker inflamasi. Pada studi lain, puasa 12 jam per hari selama satu bulan juga menunjukkan efek yang sama.
artikel terkait : Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi
