LANGKAH PENTING DALAM MENCAPAI KESEPAKATAN DALAM DISKUSI TIM KERJA

Mencapai suatu kesepakatan bersama ataupun kesepakatan kelompok dalam diskusi tim kerja bukanlah perkara mudah dan menjadi tantangan tersendiri.

Sebab, perbedaan-perbedaan pendapat dan penyampaian aspirasi para anggota tim kerja dalam forum diskusi, akan sangat mempengaruhi terkait keputusan apa yang bisa diambil tapi keputusan tersebut dapat disepakati secara bersama oleh tim kerja.

Bahkan, sering sekali terjadi, diskusi tim kerja yang seharusnya bisa menyatukan perbedaan pendapat, justru berdampak buruk, karena berujung konflik, dan akhirnya tim kerja malah jadi tidak kompak, pecah kongsi, bahkan hingga terjadi kubu-kubuan akibat dari gagalnya forum diskusi tim kerja untuk mencapai kesepakatan bersama.

 

Pada umumnya hal ini terjadi disebabkan karena, leader tim kerja yang seharusnya bisa memimpin jalannya diskusi dengan baik, ternyata tidak kompeten layaknya macam ompong.

Leader tidak dapat membawa forum diskusi dengan baik, bahkan malah jadi terbawa memihak, terkesan berat sebelah, hingga jadi otoriter.

Sehingga ketika ada yang terlalu dominan bicara dalam forum diskusi, atau ada yang terlalu idealis dengan pendapatnya sendiri dan sejenisnya, justru leader tim kerja gagal dalam mengatasinya, gagal menetralisir dan mengendalikan diskusi tim kerja.

Di sinilah juga sejatinya begitu sangatlah tampak, bagaimana sebenarnya teramat penting dan krusialnya peran seorang leader tim, sebagai pemimpin diskusi dalam suatu diskusi pada tim kerja.

Oleh karenanya, leader tim yang bertindak juga sebagai pemimpin diskusi harus wajib memiliki kompetensi yang baik dalam memimpin forum diskusi.

Sebab, pemimpin diskusi adalah yang menjembatani dan mengantarkan seluruh pendapat-pendapat ataupun aspirasi dari para anggota tim kerja kepada forum diskusi, agar dapat diperoleh kesepakatan bersama atau kolektif.

1. Leader sebagai pemimpin diskusi harus bisa memasilitasi sekumpulan ide dan saran dari anggota tim kerja
Dalam hal ini, leader sebagai pemimpin diskusi sebaiknya mengumpulkan terlebih dahulu, ide-ide maupun berbagai saran dari anggota tim kerja.
Sebab, setiap anggota tim kerja, tentunya punya ide-ide kreatifnya masing-masing, punya saran-saran inovatif yang perlu dipertimbangkan.

Setelah semuanya sudah terfasilitasi, barulah dibawa dalam forum diskusi, dan dibahas secara bersama-sama.

Langkah ini juga menegaskan, bahwa semua anggota tim kerja berhak di dengar pendapatnya dan berhak menyuarakan pendapatnya.

2. Leader sebagai pemimpin diskusi harus bisa membawa forum diskusi dengan suasana yang antusias
Maksudnya di sini adalah, leader sebagai pemimpin diskusi harus bisa mendorong semua anggota tim kerja mau terlibat untuk berbicara secara terbuka dan nyaman.

Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya dominasi forum diskusi yang hanya bertitik tumpu pada satu atau dua orang saja dalam tim kerja.

Di sinilah juga leader sebagai pemimpin diskusi harus bisa secara cermat menjembatani forum diskusi, dengan memberi feedback yang elegan dari suasana diskusi yang tercipta, bila dalam forum diskusi muncul berbagai pendapat dan aspirasi yang disampaikan oleh para anggota tim kerja.

3. Leader sebagai pemimpin diskusi sebaiknya netral
Dalam hal ini, leader sebagai pemimpin diskusi harus bisa menciptakan rasa saling menghargai dan empati dalam forum diskusi.

Mampu memposisikan dengan bijaksana, setiap anggota tim kerja yang menyampai ide, saran, dan pendapatnya dengan tidak melihat siapa orangnya yang menyampaikan.

Namun selalu berfokus pada, apa yang menjadi ide, saran, dan pendapat yang disampaikannya dalam forum diskusi.

Sehingga di sini tercipta asas sama rata dan ada iklim demokrasi, bahwa semua anggota tim berhak menyampaikan pendapat dan aspirasi serta menegaskan bahwa leader sebagai pemimpin diskusi ternyata dapat bertindak netral.

 

LINK TERKAIT : Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *