Vaksin booster atau disebut vaksin ketiga Covid-19 dianggap penting untuk meningkatkan antibodi secara penuh agar terhindar dari virus corona. Namun, praktiknya di lapangan masih menimbulkan pro dan kontra.
Menurut World Health Organization (WHO) mengenai perlukah vaksin booster Covid-19 bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua masih perlu dikaji, maka ada beberapa hal di bawah ini yang harus dijelaskan ke masyarakat yakni:
- Apabila tubuh tidak merespons
Apabila masyarakat termasuk dalam kategori orang yang tidak merespons secara memadai dua dosis pertama yang diterima, berdasarkan beberapa informasi yang dimiliki WHO bahwa untuk orang dengan gangguan kekebalan, mungkin perlu menerima dosis ketiga karena dua dosis yang pertama tidak melakukan apa yang mereka lakukan pada orang normal dan sehat.
- Waktu kekebalan
Seiring waktu kekebalan yang diterima dan dicapai sebagai hasil dari vaksinasi mulai berkurang, itu mulai memburuk atau turun seiring waktu mungkin untuk diberikan vaksin ketiga.
Tetapi menurut WHO, bukti saat ini menunjukkan bahwa vaksin bertahan dengan sangat baik untuk melindungi masyarakat dari penyakit parah, rawat inap, atau bahkan kematian. Sehingga belum ada bukti kuat yang mengarah pada kebutuhan pemberian vaksin dosis ketiga untuk orang yang telah divaksinasi lengkap.
- Kinerja vaksin
Alasan ketiga kemungkinan diberikan dosis ketiga adalah jika kinerja vaksin kurang atau tidak memadai terhadap beberapa varian kekhawatiran yang muncul.
Saat ini vaksin yang ada saat ini menurut WHO sedang melawan variannya dan masih sedang dalam proses pengamatan, tetapi secara umum kinerja vaksin sudah sangat baik.
Kendati demikian, WHO menyampaikan apakah pemberian dosis ketiga bisa meningkatkan respon imun, tentu hal ini harus dilihat lebih dalam lagi karena hal yang paling penting pemberian vaksin booster adalah keamanannya.
Oleh sebab itu, sekarang ini WHO sedang fokus pada pasokan vaksin untuk melindungi orang-orang yang belum terlindungi sama sekali oleh vaksin. Dimana hal ini akan mengurangi penularan, dan akan mengurangi kemungkinan lebih banyak varian muncul.
Di Indonesia, saat ini pemberian vaksin booster hanya diperuntukkan untuk para tenaga kesehatan. Namun, kedepannya Kementerian Kesehatan tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemberian vaksin ketiga kepada selain tenaga kesehatan.
ARTIKEL TERKAIT : Saran Bermanfaat Untuk Menikmati Pemasaran Video Terbaik
