
Moral adalah hasil ciptaan manusia yang dihasilkan melalui unsur kebudayaan dan agama. Moral berkaitan erat dengan nilai yang diajarkan oleh agama. Kaitannya dengan kebudayaan, di mana setiap budaya memiliki acuan moral yang berbeda berdasarkan pada sistem nilai sosial yang berlaku serta dikonstruksikan sejak lama.
Moral menjadi acuan secara hukum perilaku yang diterapkan pada setiap individu ketika bersosialisasi maupun berinteraksi dengan individu lainnya, sehingga akan terjalin rasa saling menghormati serta menghargai antar sesama manusiaSecara mendasar, moral bersumber dari nilai mengenai suatu kebaikan dan kemudian diwujudkan menjadi bentuk tindakan seseorang. Jadi, suatu moral dapat melekat dengan erat pada nilai dari perilaku tersebut.
Etika menurut Bertens (1977“seperangkat nilai- nilai dan norma-norma moral yang
pegangan
menurutDarwin(1999) “sebagai seperangkat
nilai yang menjadi acuan atau penuntun bagi tindakan manusia dalam organisasi”
FUNGSI ETIKA
dalam birokrasi sebagai standar penilaian apakah sifat, perilaku, dan tindak
an birokrasi publik dinilai baik, buruk, tidak tercela, dan terpuji.
vSeperangkat nilai dalam etika birokrasi yang dapat digunakan sebagai acuan, referensi, penuntun, bagi birokrasi publik dalam menjalan tugas dan kewenangannya antara lain, efisiensi, membedakan milik pribadi dengan milik kantor, impersonal, merytal system,responsible, accountable, dan responsiveness.
artikel terkait : Pimimpin formal (Lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif)
